Monday, September 15, 2014
On 8:20 AM by setiawan in iPhone No comments
ika Anda telah melihat tampilan iPhone 6, maka tentu sudah tak asing dengan foto Milky Way atau Bima Sakti sebagai background smartphone tersebut. Melihat foto itu menjadi terkenal, sang fotografer pun buka suara dan mengisahkan bagaimana karyanya bisa dipakai oleh Apple.
Seorang fotografer bernama Espen Haagensen mendapatkan kejutan pada Selasa (9/9) saat acara pengumuman iPhone 6 sedang digelar. Haagensen mengaku mendapatkan telefon dari seorang temannya yang mengatakan bahwa Apple menggunakan fotonya sebagai background asli iPhone 6.
Haagen mengatakan kepada situs 9to5Mac bahwa Apple sempat menghubunginya dan bertanya tentang lisensi fotonya untuk penggunaan penyiaran. Saat itu dia tidak mengetahui secara pasti apa yang ingin dilakukan Apple dengan fotonya tersebut.

Keindahan Bima Sakti diabadikan oleh Haagensen di atas sebuah gunung di Norwergia. Dia mengambil foto itu pada akhir Desember 2013 saat mengikuti trip ski tahunan yang digelar oleh Norwegian Trekking Association.
"Awalnya ada bulan sehingga Bima Sakti menjadi samar, tapi sekitar tengah malam bulan itu hilang dan saya bisa mendapatkan sejumlah foto yang bagus," ungkapnya kepada 9to5Mac seperti dilansirBusiness Insider, Jumat (12/9/2014).
Haagensen pun mempublikasikan foto-fotonya itu di situs 500px dan berhasil meraup popularitas. Hingga akhirnya beberapa bulan lalu, Apple menghubunginya dan mengatakan ingin menggunakan foto itu sebagai penggunaan non-broadcast. Kemudian pada Juli 2014, Apple meng-upgradelisensinya untuk menggunakan foto Haagensen dalam penyiaran.
Meski awalnya merasa sedikit aneh mengetahui fotonya akan dilihat oleh banyak orang melaluiiPhone 6, tapi Haagensen mengaku bangga dengan prestasinya itu.
Incoming Search Terms: Kisah di Balik Foto Bima Sakti iPhone 6
Seorang fotografer bernama Espen Haagensen mendapatkan kejutan pada Selasa (9/9) saat acara pengumuman iPhone 6 sedang digelar. Haagensen mengaku mendapatkan telefon dari seorang temannya yang mengatakan bahwa Apple menggunakan fotonya sebagai background asli iPhone 6.
Haagen mengatakan kepada situs 9to5Mac bahwa Apple sempat menghubunginya dan bertanya tentang lisensi fotonya untuk penggunaan penyiaran. Saat itu dia tidak mengetahui secara pasti apa yang ingin dilakukan Apple dengan fotonya tersebut.
Keindahan Bima Sakti diabadikan oleh Haagensen di atas sebuah gunung di Norwergia. Dia mengambil foto itu pada akhir Desember 2013 saat mengikuti trip ski tahunan yang digelar oleh Norwegian Trekking Association.
"Awalnya ada bulan sehingga Bima Sakti menjadi samar, tapi sekitar tengah malam bulan itu hilang dan saya bisa mendapatkan sejumlah foto yang bagus," ungkapnya kepada 9to5Mac seperti dilansirBusiness Insider, Jumat (12/9/2014).
Haagensen pun mempublikasikan foto-fotonya itu di situs 500px dan berhasil meraup popularitas. Hingga akhirnya beberapa bulan lalu, Apple menghubunginya dan mengatakan ingin menggunakan foto itu sebagai penggunaan non-broadcast. Kemudian pada Juli 2014, Apple meng-upgradelisensinya untuk menggunakan foto Haagensen dalam penyiaran.
Meski awalnya merasa sedikit aneh mengetahui fotonya akan dilihat oleh banyak orang melaluiiPhone 6, tapi Haagensen mengaku bangga dengan prestasinya itu.
Incoming Search Terms: Kisah di Balik Foto Bima Sakti iPhone 6
On 8:19 AM by setiawan in iPhone No comments
iPhone 6 versi mewah terus bermunculan, baik saat sebelum diperkenalkan dan sesudah diumumkan ke publik. Kali ini salah satu iPhone 6 versi mewah besutan Alexander Amosu akan muncul di pasaran dengan harga 1,7 juta poundsterling atau sekitar Rp 32,7 miliar.
Amosu sebelumnya pernah merancang iPhone 2 bertaburkan berlian, dengan tampilan yang sangat cantik dan glamor. Mengutip laman Mirror, Senin (15/9/2014), kali ini Amosu akan membuat iPhone 6berbalut emas 18 karat.
Handset yang dijuluki 'Amosu Call of Diamond iPhone 6' itu rencananya juga akan dihiasi 6.127 berlian. Sementara logo Apple yang ikonik bakal dibaluri emas 51,29 karat. Proses pembuatan iPhone 6 super mewah itu disebut akan memakan waktu sekitar dua bulan.
Jika smartphone ini dirasa sangat mahal, Anda bisa memesan iPhone 6 berlapis emas 24 karat seharga 2.399 poundsterling atau sekitar Rp 46 juta di situs resmi alexanderamosu.co.uk.
Desainer ambisius Amosu dibesarkan di London Utara. Ia dikenal sebagai desainer yang menjembatani kesenjangan antara kualitas dan kemewahan dengan teknologi. Amosu sebelumnya menciptakan iPhone 2 termahal di dunia seharga 89.000 poundsterling dan Blackberry termahal di dunia seharga 120.000 poundsterling.
Alexander Amosu juga pernah meraih penghargaan Guinness World Record atas karya jas paling mahal di dunia seharga 75.000 pundsterling dan sampanye paling mahal seharga 1,2 juta poundsterling.
Incoming Search Terms:iPhone 6 Karya Alexander Amosu Dilego Rp 32,7 Miliar
Amosu sebelumnya pernah merancang iPhone 2 bertaburkan berlian, dengan tampilan yang sangat cantik dan glamor. Mengutip laman Mirror, Senin (15/9/2014), kali ini Amosu akan membuat iPhone 6berbalut emas 18 karat.
Handset yang dijuluki 'Amosu Call of Diamond iPhone 6' itu rencananya juga akan dihiasi 6.127 berlian. Sementara logo Apple yang ikonik bakal dibaluri emas 51,29 karat. Proses pembuatan iPhone 6 super mewah itu disebut akan memakan waktu sekitar dua bulan.
Jika smartphone ini dirasa sangat mahal, Anda bisa memesan iPhone 6 berlapis emas 24 karat seharga 2.399 poundsterling atau sekitar Rp 46 juta di situs resmi alexanderamosu.co.uk.
Desainer ambisius Amosu dibesarkan di London Utara. Ia dikenal sebagai desainer yang menjembatani kesenjangan antara kualitas dan kemewahan dengan teknologi. Amosu sebelumnya menciptakan iPhone 2 termahal di dunia seharga 89.000 poundsterling dan Blackberry termahal di dunia seharga 120.000 poundsterling.
Alexander Amosu juga pernah meraih penghargaan Guinness World Record atas karya jas paling mahal di dunia seharga 75.000 pundsterling dan sampanye paling mahal seharga 1,2 juta poundsterling.
Incoming Search Terms:iPhone 6 Karya Alexander Amosu Dilego Rp 32,7 Miliar
Para penjahat cyber kembali beraksi. Puluhan server di perusahaan analisa dan investasi keuangan, JPMorgan Chase & Co, dikabarkan menjadi target serangan yang dilakukan para peretas tersebut.
Berdasarkan kesaksian sebuah sumber dengan penyelidikan kasus ini disebutkan bahwa serangan dilakukan hacker pada bulan Juni 2014. Namun untungnya, serangan dari penyusup ke serverJPMorgan tak berhasil mengambil uang milik para nasabah.
"Kami yakin telah menutup poin akses yang dikenal dan mencegah setiap akses masa depan dengan cara yang sama," ungkap Kristin Lemkau, Juru Bicara JPMorgan yang dikutip dari laman Reuters, Senin (15/9/2014).
Kristin menambahkan bahwa bank 'belum melihat adanya aktivitas penipuan biasa' karena pihaknya telah menemukan intrusi dan menyebutkan tidak ada bukti bahwa pencurian perangkat lunak atau cetak biru jaringan bank yang diambil dari server JPMorgan.
Times mengungkap, serangan itu dimulai pada bulan Juni dan terdeteksi pada bulan Juli 2014. Namun, pihak bank telah memberikan penjelasan kepada regulator keuangan bahwa serangan itu telah memasuki tahap kerusakan.
Laporan itu menyebutkan bahwa hacker telah mengakses informasi sekitar satu juta akun nasabah. Akan tetapi, menurut satu sumber Times, hacker tetap tak bisa mendapatkan akses ke informasi keuangan atau nomor jaminan sosial nasabah yang pernah diaksesnya.
Incoming Search Terms:Puluhan Server Analis JPMorgan Disusupi Hacker
Berdasarkan kesaksian sebuah sumber dengan penyelidikan kasus ini disebutkan bahwa serangan dilakukan hacker pada bulan Juni 2014. Namun untungnya, serangan dari penyusup ke serverJPMorgan tak berhasil mengambil uang milik para nasabah.
"Kami yakin telah menutup poin akses yang dikenal dan mencegah setiap akses masa depan dengan cara yang sama," ungkap Kristin Lemkau, Juru Bicara JPMorgan yang dikutip dari laman Reuters, Senin (15/9/2014).
Kristin menambahkan bahwa bank 'belum melihat adanya aktivitas penipuan biasa' karena pihaknya telah menemukan intrusi dan menyebutkan tidak ada bukti bahwa pencurian perangkat lunak atau cetak biru jaringan bank yang diambil dari server JPMorgan.
Times mengungkap, serangan itu dimulai pada bulan Juni dan terdeteksi pada bulan Juli 2014. Namun, pihak bank telah memberikan penjelasan kepada regulator keuangan bahwa serangan itu telah memasuki tahap kerusakan.
Laporan itu menyebutkan bahwa hacker telah mengakses informasi sekitar satu juta akun nasabah. Akan tetapi, menurut satu sumber Times, hacker tetap tak bisa mendapatkan akses ke informasi keuangan atau nomor jaminan sosial nasabah yang pernah diaksesnya.
Incoming Search Terms:Puluhan Server Analis JPMorgan Disusupi Hacker
On 8:13 AM by setiawan in iPad No comments
California - Selain iPhone, produk terbaru Apple lainnya yang meramaikan pemberitaan di ranah maya adalah iPad Air. Raksasa teknologi asal Negeri Paman Sam ini dikabarkan akan meluncurkan iPad Air berwarna emas.
Mengutip laman Business Insider, Senin (15/9/2014), menurut analis Ming-Chi Kuo, Apple akan meluncurkan versi emas dari iPad Air terbaru. Laporan ini juga telah diberitakan oleh situs Apple Insider dan MacRumors.
Business Insider melaporkan bahwa kedua situs di atas mengutip prediksi Kuo karena dia dinilai memiliki rekam jejak yang luar biasa mengenai berbagai hal sebelum produk Apple diumumkan.
Saat ini misteri lain tentang tablet itu adalah waktu peluncurannya. Setelah merilis iPhone 6 dan iPhone 6 Plus, Apple dilaporkan akan menggelar acara terpisah pada Oktober 2014. Acara ini disebutkan akan menjadi 'Gold iPad Day'.
"Berhubungan dengan terbatasnya sumber daya pembangunan dan fakta bahwa iPad Air memberikan kontribusi lebih pada penjualan dan pendapatan Apple dibandingkan iPad Mini, maka iPad Air akan memiliki upgrade lebih besar," ungkap Kuo mengenai iPad Air 2.
Lebih lanjut, Kuo menjelaskan, iPad Air 2 akan memiliki upgrade besar dalam hal spesifikasi, termasuk lapisan anti-pantulan cahaya untuk cover lensa, lapisan penuh pada panel sentuh, casingmetal berwarna emas, prosesor A8, pengenal sidik jari atau Touch ID, dan kamera belakang 8 megapiksel (MP).
Di sisi lain, menurut Business Insider, sejumlah pihak meragukan bahwa Apple akan meluncurkan iPad Air berwarna emas. Sebagai perbandingan, ada banyak pemberitaan mengenai iPhone 5S emas pada tahun lalu, khususnya di wilayah Asia.
Incoming Search Terms: Apple Siapkan iPad Air Berwarna Emas
Mengutip laman Business Insider, Senin (15/9/2014), menurut analis Ming-Chi Kuo, Apple akan meluncurkan versi emas dari iPad Air terbaru. Laporan ini juga telah diberitakan oleh situs Apple Insider dan MacRumors.
Business Insider melaporkan bahwa kedua situs di atas mengutip prediksi Kuo karena dia dinilai memiliki rekam jejak yang luar biasa mengenai berbagai hal sebelum produk Apple diumumkan.
Saat ini misteri lain tentang tablet itu adalah waktu peluncurannya. Setelah merilis iPhone 6 dan iPhone 6 Plus, Apple dilaporkan akan menggelar acara terpisah pada Oktober 2014. Acara ini disebutkan akan menjadi 'Gold iPad Day'.
"Berhubungan dengan terbatasnya sumber daya pembangunan dan fakta bahwa iPad Air memberikan kontribusi lebih pada penjualan dan pendapatan Apple dibandingkan iPad Mini, maka iPad Air akan memiliki upgrade lebih besar," ungkap Kuo mengenai iPad Air 2.
Lebih lanjut, Kuo menjelaskan, iPad Air 2 akan memiliki upgrade besar dalam hal spesifikasi, termasuk lapisan anti-pantulan cahaya untuk cover lensa, lapisan penuh pada panel sentuh, casingmetal berwarna emas, prosesor A8, pengenal sidik jari atau Touch ID, dan kamera belakang 8 megapiksel (MP).
Di sisi lain, menurut Business Insider, sejumlah pihak meragukan bahwa Apple akan meluncurkan iPad Air berwarna emas. Sebagai perbandingan, ada banyak pemberitaan mengenai iPhone 5S emas pada tahun lalu, khususnya di wilayah Asia.
Incoming Search Terms: Apple Siapkan iPad Air Berwarna Emas
Cupertino - Samsung terus 'menyerang' Apple dengan merilis sejumlah video iklan komersil yang bertujuan merendahkan kemampuan iPhone 6 dan iPhone 6 Plus.
Terkini, produsen asal Korea Selatan itu baru saja merilis video iklan Galaxy Note 4 terbaru. Di dalam iklan tersebut Samsung pun tak ketinggalan untuk mengejek varian iPhone 6 Plus secara terang-terangan dengan menunjukkan sejumlah fakta yang membuktikan bahwa smartphone generasi teranyar Apple itu meniru Galaxy Note 2.
Dilaporkan laman Phone Arena, Senin (15/6/2014), Samsung Mobile USA meng-upload video iklan ke YouTube yang memperlihatkan perjalanan handset Galaxy Note sejak pertama kali dirilis pada tahun 2011 lalu. Saat itu Galaxy Note banyak dicemooh karena menggunakan layar yang terlampau besar, termasuk oleh CEO Apple kala itu, mendiang Steve Jobs.
Namun fakta berbicara lain, pasar ternyata sangat menggemari Galaxy Note dan tren phablet (phone tablet) berlayar di atas 5 inci pun dimulai.
Dan kini, di tahun 2014, Apple yang sebelumnya selalu konsisten mengusung layar di kisaran 3,5 hingga 4,5 inci pun harus meniru Samsung dengan merilis iPhone 6 Plus berlayar besar 5,5 inci. Samsung berasumsi Apple telah mencuri inovasi dan teknologi yang ada pada Galaxy Note, khususnya generasi kedua yang diluncurkan pada 2012.
Akan tetapi di dalam video iklan berdurasi 1 menit itu samsung memperlihatkan keoptimisannya bahwa Galaxy Note 4 masih jauh lebih unggul dibanding iPhone 6 maupun iPhone 6 Plus. Salah satu alasannya adalah karena seluruh varian Galaxy Note telah dibekali pena stylus, Apple dinilai tidak berhasil 'mencuri' inovasi Samsung yang satu ini.
Keadaan Apple yang dituduh meniru Samsung ini sangatlah ironis. Pasalnya sebelum peluncuran iPhone 6 dan iPhone Plus, justru Samsung yang kerap dituding meniru inovasi-inovasi milik Apple. Mungkinkah kini keadaan sudah berbalik?
Incoming Search terms: Samsung Tuding iPhone 6 Plus Contek Galaxy Note, iPhone6
Subscribe to:
Comments (Atom)





